Baca Live
PASAR MODAL

Harga Saham BAJA Melonjak 88 Persen, Bursa Efek Indonesia Lakukan Suspensi

Bursa Efek Indonesia menghentikan sementara perdagangan saham PT Saranacentral Bajatama Tbk (BAJA) setelah terjadi lonjakan harga sebesar 88,8 persen dalam satu bulan.

JAKARTA — Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan penghentian sementara atau suspensi terhadap perdagangan saham PT Saranacentral Bajatama Tbk (BAJA) mulai sesi I perdagangan tanggal 4 Agustus 2026. Langkah ini diambil otoritas bursa menyusul terjadinya peningkatan harga kumulatif yang signifikan pada saham emiten produsen baja tersebut selama satu bulan terakhir, sebagaimana dilaporkan oleh CNBC Indonesia.

Berdasarkan data pasar, saham BAJA mencatatkan kenaikan harga mencapai 88,8 persen dalam periode satu bulan. Lonjakan harga yang dinilai tidak wajar ini memicu otoritas bursa untuk menerapkan kebijakan gembok saham guna melindungi investor dan menjaga perdagangan yang teratur, wajar, serta efisien di pasar modal Indonesia.

Suspensi ini berlaku di Pasar Reguler dan Pasar Tunai dengan tujuan memberikan waktu yang cukup bagi pelaku pasar untuk mempertimbangkan secara matang berdasarkan informasi yang ada dalam setiap pengambilan keputusan investasi di saham BAJA. BEI juga mengimbau para pihak yang berkepentingan untuk selalu memperhatikan keterbukaan informasi yang disampaikan oleh perseroan.

Hingga pengumuman ini diterbitkan, pihak bursa belum memberikan batas waktu pasti terkait pembukaan kembali perdagangan saham tersebut. Penutupan akses transaksi ini merupakan mekanisme rutin yang dilakukan BEI terhadap emiten yang mengalami pergerakan harga di luar kebiasaan atau Unusual Market Activity (UMA) yang berlanjut pada penghentian sementara.

Kenaikan signifikan pada saham sektor baja ini menjadi perhatian para analis pasar modal di tengah dinamika industri logam nasional. Mengacu pada data publikasi CNBC Indonesia tertanggal 4 Agustus 2026, tindakan pengawasan ini merupakan bentuk komitmen otoritas dalam memitigasi risiko volatilitas tinggi yang dapat merugikan investor ritel maupun institusi.

Hallo, saya Mind, chat Assistant platform NewsMind.. ada yang bisa saya bantu?