Asing Lepas Saham di Sesi I, Perbankan Tetap Jadi Incaran Investor
Investor asing mencatatkan aksi jual bersih pada sesi pertama perdagangan, sementara saham sektor perbankan tetap menjadi target utama di tengah penurunan IHSG sebesar 0,28 persen.
JAKARTA — Investor asing mencatatkan aksi jual bersih (net sell) di pasar saham Indonesia pada sesi pertama perdagangan Rabu (2/9/2026), meskipun saham di sektor perbankan tetap menjadi incaran utama pemodal. Berdasarkan laporan CNBC Indonesia pada 2 September 2026, kondisi ini terjadi di tengah pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang merosot sebesar 0,28 persen hingga penutupan perdagangan sesi pertama.
Meskipun terdapat tekanan jual secara keseluruhan di pasar reguler, minat terhadap saham-saham perbankan besar masih terlihat stabil. Para pemodal asing terpantau melakukan rotasi aset dengan tetap mempertahankan posisi pada beberapa emiten perbankan kelas atas yang dianggap memiliki fundamental kuat di tengah fluktuasi pasar.
Penurunan IHSG ini mencerminkan dinamika pasar modal yang sedang mengalami penyesuaian arus modal keluar oleh investor internasional. Sektor perbankan berperan sebagai penahan koreksi lebih dalam, mengingat bobot kapitalisasinya yang signifikan terhadap pergerakan indeks secara keseluruhan.
Data perdagangan sesi pertama menunjukkan bahwa sentimen global dan domestik memengaruhi keputusan investor untuk melakukan aksi ambil untung di berbagai sektor selain perbankan. Hingga berakhirnya jeda siang, pergerakan indeks masih berada di zona merah akibat tekanan jual tersebut.
Kondisi pasar modal Indonesia ini dilaporkan oleh CNBC Indonesia pada 2 September 2026, yang menyoroti ketahanan saham perbankan di tengah tren penjualan bersih oleh investor asing selama periode perdagangan tersebut.
